Minggu, 29 November 2015

Ikhlas lah dalam segala hal

Terkadang kita sering lupa memurnikan amalan kita.
Padahal darinya juga tak sedikitpun yang istimewah.
Hanya sebagian kecil dari muamalah.
Yang terkadang dirasa suatu keharusan.
lebih-lebih juga karena sebuah kebiasaan.
.
Maka jangan heran jika hati sering terasa sesak.
Mungkin karena kurangnya feedback.
Atau hanya sekedar respon.
Ditambah hati dikalah kerasnya kripik.
.
Mungkin itulah manusia pada umumnya.
Sang penuntut keadilan.

Sabtu, 28 November 2015

Jangan Lemah-Lemah


Duhai kau yg lemah.
Sesekali tengoklah kebelakang.
Sudah sampai dimana sebuah perjalan menghiasi dirimu.
Sudah berapa kali hatimu ditampakkan pada kebenaran dan keindahan..
.
Sudah terlalu mustahil rasanya kan?!?
Haruskah kau kemudian diganti?
Padahal mulai dipilihnya engkau berawal dari kanak-kanak.
Yang kemudian harus hilang.
Hanya  karena sebuah perasaan yg dicampur rasa penasaran.
Padahal meskipun memang kau tidak pernah melewati jalan itu.
Sudah kan kau tau menuju dan sampai dimana semua itu!?
.
Dasar kau.
Semua itu laknat untukmu.
Karena sedikitpun kau tidak amanah.
Tak mampu menjaga sesuatu.
Padahal sudah kau tahu tak semua mendapat amanah.
Dan Kau malah tak menjaganya.
.
Semoga Rahmat dan Kasih sayang-Nya selalu ke atas mu.

Kamis, 26 November 2015

Rinduku

Dari kejauhan sudah terdengar kedatanngannya.
Dan benar saja dia datang membawa berjuta rindu yang membara.
Mungkin terlalu berlebihan.
Tapi biarlah, lagi pula sudah lama kita tak berjumpa.
Sumur sudah lama menanti.
Selokan hampir putus asa menunggu dialiri.
Rindu mereka sudah lama tertumpuk.
Itu bisa dilihat dari sampah yang menumpuk.
dasar rindu.
Tak akan hilang jika yang dirindukan tak kunjung datang.
Dasar juga manusia.
Menganggap sesuatu berharga jika sudah tiada.
Ahh Dasar Hujan.
Ku sudah lama menantikanmu.
Semoga saja kau datang membawa manfaat bukan mudharat.
.
Karena didalam hujan terdapat kemustajaban.
Membuatku terdorong untuk memohon agar dihilangkan rindu yang lain.